Sedapnya Camilan Kacang Medan

Saya termasuk tipe orang yang suka makan camilan. Jika sudah berhadapan dengan camilan maka rasanya mulut saya ini tidak mau berhenti mengunyah. Saking sukanya makan camilan, kadang kalau ibu membuat kudapan di rumah, tak jarang sayalah yang makan sampai habis tak tersisa.

Karena sangat suka makan camilan makanya saya amat gembira ketika diberi sebungkus kacang medan dari kakak sepulang dari bekerja kemarin malam. Saya cepat-cepatlah mengamankan camilan kacang medan itu dengan segera menyimpannya di dalam lemari. Saya tak sabar memakannya, tetapi saya putuskan untuk menyantapnya besok saja.

Ilustrasi (dokumen pribadi)

Sesuai namanya, kemungkinan kacang itu berasal dari Kota Medan di Sumatera Utara. Namun bisa juga tidak. Namun yang pasti nama kacang itu mengingatkan kita seketika pada Kota Medan. Sama halnya dengan coto makassar, soto lamongan, pempek palembang, mi aceh, dan masih banyak lagi yang mewakili nama suatu daerah maupun suku bangsa.

Kacang medan dari bentuknya mirip kacang disko yang biasa dibuat mak-mak di kampung. Yang membedakan cuma dari segi rasanya, kacang disko lebih manis daripada kacang medan. Selain rasa, tentu kemasannya juga berbeda. Kacang medan dibungkus dengan kemasan yang modern kemudian dipasarkan di indomaret serta tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Sedangkan kacang disko berwadahkan stoples dan ditaruh di meja-meja ruang tamu untuk disantap para tamu dan keluarga.

Kacang medan adalah camilan rumahan yang dikemas modern. Kemudian ditaruh di rak-rak toko urban. Camilan itu ialah bentuk transformasi dari kudapan rumahan biasa menjadi makanan yang bernilai tinggi. Bahkan mungkin saja bisa menjadi oleh-oleh yang khas.

Saya membayangkan negeri kita ini yang punya bentang alam yang memukau dikunjungi berbagai wisatawan luar negeri, kemudian ketika para pelancong itu hendak kembali ke negara asalnya mereka membawa oleh-oleh khas Indonesia semisal camilan. Ada kacang medan, rempeyek, bahkan tengteng khas Makassar. Wah pasti membanggakan sekali.

Saya yakin banyak sekali camilan-camilan di berbagai daerah di Indonesia yang unik dan punya nilai jual yang tinggi. Namun sayangnya tidak dikemas modern dan tidak dipasarkan secara luas. Alhasil sedikit sekali camilan khas daerah di Indonesia yang bisa kita cicipi. Padahal camilan-camilan itu adalah salah satu bentuk kekayaan lokal yang tidak hanya soal rasa tetapi juga terdapat nilai-nilai budaya dan kisahnya tersendiri.

Kita harus bangga dengan camilan lokal. Jangan malu memperkenalkan berbagai camilan lokal kepada dunia. Sebab kalau bukan kita sebagai warga negara Indonesia siapa lagi coba. Jangan sampai camilan lokal diklaim kita baru ribut, hehehe. Sayang sekali jika kekayaan kuliner bangsa ini disia-siakan begitu saja. Camilan lokal harus bangkit.

Dengan bangkitnya camilan lokal maka hal itu bakal berdampak positif pada ekonomi Indonesia. Sebab menyerap tenaga kerja, menumbuhkan UKM-UKM baru, dan tentunya menambah kesejahteraan petani karena hasil panennya bisa diolah dengan baik. Industri kuliner akan berkembang pesat dan semakin menjamur.

Untuk mewujudkan kebangkitan camilan lokal salah satu caranya adalah dengan menanamkan sikap mencintai produk dalam negeri. Ingat, negara kita adalah salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia bahkan  nomor satu di Asia Tenggara. Sehingga negara kita adalah pasar sekaligus produsen besar, sangat penting untuk membeli produk lokal agar perekonomian negara kita semakin kuat.

Toh, produk lokal juga tak kalah ketimbang produk luar negeri. Camilan-camilan kita sedap-sedap, buktinya saya sampai tak mau berhenti mengunyah, hehehe, enak sekali soalnya. Eh tak terasa kacang medanku sudah habis, duh mengapa cepat sekali habis. Kak, beli kacang medan lagi dong😂

Posting Komentar

0 Komentar