Kehidupan yang kita jalani ini tidaklah selalu mulus melainkan berliku dan penuh rintangan. Ada masa kita berbahagia dan ada masa kita dirundung kesedihan. Hidup ini ibaratkan pendakian gunung, puncaknya adalah tujuan kita, untuk sampai ke sana tidaklah semudah yang kita bayangkan butuh proses yang melelahkan dan menghabiskan banyak tenaga. Diperlukan spirit yang tinggi, motivasi yang kuat, serta tekad yang menggelora.
Banyak orang yang terjatuh ketika hendak mencapai tujuannya dan tak mampu bangkit kembali. Banyak yang berputus asa dan memilih mengubur angannya dalam-dalam. Impiannya kandas di tengah jalan.
Pupusnya harapan dan spirit ketika kita terjatuh adalah hal yang wajar, setiap orang pernah gagal hingga menyebabkan kesedihan yang teramat, namun jangan biarkan kegagalan itu membuat kita takut untuk mencoba kembali. Jika harapan dan spirit lenyap, maka berarti kita butuh meneguk inspirasi, mendapatkan motivasi yang sanggup mengembalikkan gairah dan semangat kita.
Inspirasi bisa kita peroleh dari mana saja. Bisa lewat tontonan, bacaan, atau apapun itu yang dapat membuat kita tergugah. Tahu Mario Teguh? Itu adalah contoh tontonan yang mampu memberikan inspirasi, dulu ketika acara Mario Teguh masih tayang di Metrotv saya sering menontonnya.
Selanjutnya ada pula I’m Possible, acara yang dipandu oleh Merry Riana ini juga sukses memberikan inspirasi bagi penontonnya. Acara ini juga tayang di Metrotv dan tak kalah menginspirasi. Yang paling saya sukai dari dua tontonan tersebut adalah kata-kata bijaknya yang super sekali.
Selain lewat tontonan, inspirasi bisa juga diperoleh lewat sebuah buku, mungkin ini sudah jamak diketahui. Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca adalah buku yang berjudul Bukan untuk Dibaca 2. Unik ‘kan judulnya? Membuat kita penasaran dan ingin segera membacanya.
***
Bukan untuk Dibaca 2 merupakan sebuah buku yang menyajikan berbagai cerita yang inspiratif lagi menggugah. Karya dari Deassy M. Destiani ini mengajak pembaca dalam memahami nilai-nilai kehidupan lewat cerita yang memesona. Pembaca seolah-olah mengalami langsung setiap cerita yang ditulis dengan apik.
![]() |
| Ilustrasi (Dok. Pribadi) |
Buku tersebut lumayan tebal, terdiri dari 12 bab dan berjumlah 402 halaman. Meski lumayan tebal, namun sekali kita membuka dan membaca lembaran pertama dari buku tersebut, maka bersiaplah untuk menuntaskan secara kesuruhan, sebab cerita-cerita yang ada di dalamnya membuat kita ketagihan untuk terus membacanya.
Keseluruhan cerita yang dirangkai dalam buku tersebut terdapat cinta, harapan, hikmah, nilai, perjuangan, dan masih banyak lagi yang terangkum dalam satu kata yaitu “inspirasi.” Rasanya memang tak mengherankan jika buku ini kaya inspirasi sebab hal itu sesuai dengan subjudul buku tersebut, “The Most Inspiring Story” yang berarti “cerita yang paling menginspirasi.”
Semua cerita dalam buku tersebut saya sukai, dan menjadi hal yang sulit ketika mesti memilih mana cerita yang paling bagus. Ketika awal-awal saya membaca bagian “bacakanlah segera cerita untuk anak sebelum kita menyesalinya” di bab 1 saya merasa perlu sekotak tisu, hehehe.
Buku tersebut ditutup dengan bab 12 tentang kematian. Sebuah renungan buat kita semua agar tak melupakan bahwa kehidupan yang kita jalani hanyalah sementara, kematian adalah sebuah kepastian yang akan mendatangi kita.
Sebagai seorang pembaca, saya merasakan energi positif setelah membaca buku tersebut. Pemikiran terbuka, dan tentunya lebih bijak dalam menanggapi setiap persoalan hidup. Beberapa teman saya yang meminjam buku itu juga merasakan hal yang sama, mereka mengatakan bahwa buku tersebut amat menginspirasi.
Dengan sampul berwarna putih dan berlatar batik, buku Bukan untuk Dibaca 2 patut dibaca dari segala usia. Buku yang sarat nilai moral dan makna kehidupan. Tak berlebihan rasanya jika buku tersebut menjadi hadiah yang ditujukan bagi orang yang kita sayangi. Bisa untuk anak, saudara, bahkan kekasih. Mungkin akan jadi hadiah yang hebat.
Sebagai penutup tulisan ini, berikut kutipan salah satu isi dari buku tersebut.
KETIKA AKU INGIN KAYA
Aku lupa bahwa hidup adalah KEKAYAAN
Ketika aku takut MEMBERI
Aku lupa bahwa semua apa yang aku miliki adalah PEMBERIAN
Ketika aku takut RUGI
Aku lupa bahwa hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN
Adakalanya yang TERINDAH bukanlah yang TERBAIK
Yang SEMPURNA tak menjanjikan KEBAHAGIAAN
Hidup terasa indah jika saling berbagi dan saling menasihati.

2 Komentar
Good sekali kawan🎉
BalasHapusTerima kasih 😀
HapusSilakan berkomentar dengan bijak dan santun. Penulis akan segera membalasnya. Terima kasih