Pada peternakan rumahan tak jarang kita jumpai itik yang dipelihara bersama dengan entok. Dua jenis unggas ini dipelihara di dalam kandang yang sama serta saling berbagi makanan. Cara ini ditempuh untuk mengatasi keterbatasan lahan atau mungkin juga karena pemiliknya tak mau penat membuat kandang yang terpisah, sehingga dicampur saja.
Itik atau bebek dipelihara untuk diambil telurnya, sedangkan entok atau itik manila dipelihara untuk diambil dagingnya. Itik betina di masa-masa awal bertelur akan sangat produktif, tetapi kemudian lambat laun produktivitasnya dalam bertelur semakin menurun. Oleh karena itu itik-itik yang sudah tua akan dijual atau disembelih untuk diambil dagingnya dan selanjutnya akan digantikan dengan itik yang baru yang masih muda.
Sayangnya itik tak mampu untuk mengerami telurnya sendiri. Nah, di sinilah peran penting entok sebenarnya yaitu membantu pengeraman atau regenerasi itik. Memang ayam juga bisa melakukan tugas pengeraman ini tetapi jauh lebih banyak telur itik yang mampu dierami entok daripada ayam. Tolong jangan bicarakan mesin penetas ya, ini peternakan rumahan yang sederhana, haha.
Kamu bayangkan saja betapa dekatnya hubungan itik dengan entok ini. Makan bersama, minum bersama, buang kotoran bersama, hingga tidur pun bersama. Hubungan sedekat ini tentu menciptakan kenyamanan di antara mereka, cie yang nyaman haha. Akhirnya ritual itu pun terjadi, ritual yang nantinya akan menciptakan sebuah spesies baru, ya, itik dan entok pun kawin silang.
Biasanya perkawinan silang itik dengan entok terjadi karena tak adanya entok jantan yang mengawini ketika waktu kawin sehingga entok betina pun dikawini oleh itik jantan. Namun tak menutup kemungkinan hal ini terjadi begitu saja meski entok jantannya ada. Wah saya menjelaskan seperti orang yang berpengalaman saja ya.
Jangan salah, saya memang punya pengalaman terkait hal ini. Itik dan entok adalah dua unggas yang saya pelihara di samping rumah. Itik dengan entok memang cukup sering melakukan kawin silang hingga menghasilkan keturunan yang dikenal dengan nama tiktok (bukan aplikasi joget-joget ya, melainkan akronim dari itik dan entok) atau dikenal juga dengan nama tongki atau bahkan blengong.
![]() |
| Yang saya beri centang adalah tongki (dokumen pribadi) |
Sebelum saya jelaskan lebih jauh seputar hasil kawin silang ini, saya mau sampaikan dulu bahwa yang kita bahas ini adalah hasil kawin silang antara itik jantan dengan entok betina ya, bukan sebaliknya. Sebab hasil kawin silang sebaliknya itu beda lagi, kemungkinan memiliki ciri fisik yang berlainan.
Lagian kawin silang itik betina dengan entok jantan sangat sulit dijumpai secara alami, kebanyakan dilakukan secara buatan. Pasalnya ukuran badan entok jantan yang besar sangat menyiksa itik betina ketika kawin. Sekarang sudah paham 'kan? Mari kita lanjut.
Masa pengeraman telur-telur hasil kawin silang yang disebut tiktok atau tongki berbeda dengan itik dan entok. Waktu pengeramannya di antara keduanya, bermakna lebih lama daripada telur itik dan lebih cepat daripada telur entok. Hal ini dapat dijadikan indikator apakah telurnya itik, entok, atau tongki.
Namun karena telur-telur tersebut merupakan hasil kawin silang maka kemungkinan tak menetas cukup besar. Seperti yang terjadi pada telur-telur entok saya, kalau tak salah jumlahnya itu lima hingga delapan butir, semuanya dierami sebab saya ingin melihat seperti apa rupa hasil kawin silang tersebut, pengeraman pun terjadi.
Setelah memasuki masa menetas ternyata telur yang berhasil menetas hanya tiga butir sedangkan yang lain berakhir di kebun ubi kayu belakang rumah, saya buang. Sesuai pengalaman saya terkait tiga ekor tongki yang menetas itu, rupanya sejak menetas pun bentuk tongki sudah tampak samar-samar artinya dapat dikira anak itik atau entok.
Seperti yang saya alami, saya mengira yang berhasil menjadi tongki hanya seekor saja sebab hanya seekor yang betul-betul mirip anak itik dari segi warna bulu yang tampak berwarna cokelat. Sedangkan dua ekor lainnya saya sangka anak entok asli sebab berwarna seperti anak entok biasanya yaitu campuran hitam dan kuning.
Berjalannya waktu ketika tiga ekor itu mulai besar, fisiknya yang asli semakin jelas. Haha, saya tertipu, ternyata keseluruhannya tongki, tak ada anak entok asli. Dua ekor yang awalnya saya sangka anak entok ternyata tongki juga, pandai betul dua ekor tuh berkamuflase di saat baru menetas, saya ditipu hihihi.
Mengapa saya menyimpulkan tiga ekor itu adalah tongki? Sebab semakin besar bentuknya seperti anak itik, tinggi dan badannya panjang, beda sekali dengan anak entok. Selain itu, saya juga diberi tahu oleh tetangga saya bahwa untuk membedakannya lihat pada bentuk ekornya, jika ekornya kecil dan tak lebar maka itu adalah itik ataupun tongki, tetapi jika ekornya lebar maka itu adalah anak entok. Saat saya periksa ekornya, haha, tongki betulan 😂
![]() |
| Tiga ekor tongki saya (dokumen pribadi) |
Selain dari bentuk ekor, kita dapat mengidentifikasi tongki dari ciri-ciri fisiknya. Apa saja ciri-ciri fisik tongki? Berdasarkan pengamatan saya, tongki memiliki ciri fisik gabungan atau campuran itik dengan entok. Dari segi warna bulu, tongki mengikut warna bulu itik. Bentuk kepalanya seperti itik tetapi lebih besar seperti entok. Lehernya tak sepanjang itik dan tak sependek entok, di tengah-tengah.
Badannya cenderung panjang layaknya itik tetapi masik tampak bulatnya seperti entok. Cara berjalannya cenderung seperti entok dalam artian badannya cenderung merunduk saat berjalan tak seperti badan itik yang cenderung tegak. Kemudian yang terakhir tongki seperti entok dari segi perbedaan ukuran antara betina dengan jantan, perbedaan ukurannya cukup kontras, sedangkan itik cenderung memiliki ukuran yang hampir sama antara jantan dengan betinanya. Sudah ya, intinya ciri-ciri tongki di antara dua spesies itu.
Sebagaimana yang telah saya jelaskan pada tulisan sebelumnya yaitu hasil perkawinan silang ayam dengan entok, perkawinan silang itik dengan entok memang akan menghasilkan keturunan. Sebab mereka bergenus yang sama yaitu genus chairina. Hewan dengan genus yang sama memiliki kemungkinan untuk menghasilkan keturunan jika kawin silang tetapi anaknya steril atau tak dapat berkembang biak.
Meski nanti tongki bertelur tetapi telurnya kemungkinan tak dapat menetas. Oleh karena itulah biasanya tongki yang dipelihara tujuannya untuk dijual atau untuk diambil dagingnya. Menurut nenek saya yang dahulu pernah mempunyai tongki, katanya tongki juga dapat bertelur dan dapat mengerami telurnya tetapi memang tak menetas. Jadi kawan-kawan, jika kalian punya tongki dan bertelur, lebih baik kalian ambil saja telurnya untuk dikonsumsi, apalagi jika sifat bertelurnya seperti itik aduhai hari-hari kalian maka telur, haha.
Sekarang tiga ekor tongki atau tiktok saya sudah lumayan besar, sampai tulisan ini dibuat bulu sayapnya tampak mulai tumbuh. Semoga tiga ekor tongki saya cepat besar sehingga saya akan segera makan daging tongki atau akan segera makan telurnya, lumayan tuh, hehe.


0 Komentar
Silakan berkomentar dengan bijak dan santun. Penulis akan segera membalasnya. Terima kasih