Selamat Datang di Dunia Wahai Anak Entok, ih Gemas deh

Ada kabar gembira nih, telur-telur entokku sudah menetas, hore! Maaf norak, hehehe, saya memang amat suka sama unggas, jadi kalau tahu telur-telur entok milikku sudah menetas, rasanya senang sekali, apalagi kalau semuanya menetas, wah senangnya bukan main. 

Biasanya, ketika sudah kurang lebih sebulan, telur-telur entok akan menetas. Entok berbeda dengan itik ya teman-teman. Meski masih berkerabat, namun entok tak seperti itik yang tidak bisa mengerami telurnya. Tubuh entok lebih lebar, dan ukurannya juga lebih besar. 

Anak entok yang baru menetas sangat menggemaskan, tubuhnya mungil dengan bulu yang halus. Warnanya biasanya sesuai dengan induknya, namun ada pula terkadang yang berbeda, tidak usah saya jelaskan ya, yang pernah belajar biologi khususnya genetika pasti paham.

Anak entok (gambar dari tokopedia.com)

Tetapi kalau sudah agak besar, sudah tidak menggemaskan lagi. Warna bulu halusnya pun mulai memudar, intinya tidak cantik lagi dipandang. Meski begitu, itu bagus, sebab menjadi pertanda anak entok akan segera tumbuh besar menjadi entok dewasa, siap-siap dipotong nih. 

Ketika baru menetas sampai umur beberapa minggu, pakan yang berikan berbentuk butiran yang dibeli di toko atau warung. Setelah agak besar, pakannya bisa dicampur dengan dedak ataupun pakan lain sesuai kreativitas masing-masing. 

Anak-anak entok ini merupakan turunan yang kedua ya. Yang pertama, sudah cukup besar, namun sayangnya turunan yang pertama ini banyak yang mati. Sekarang sisa 5 ekor, padahal dulunya berjumlah 15 ekor. Kata orang tua terdahulu, tidak bagus menetaskan telur entok dari induk yang baru pertama bertelur, sebab katanya anaknya nanti banyak yang mati, rentang sama penyakit. Perkataan itu ada benarnya, saya telah rasakan sendiri, tapi tak apa, itu bagian dari pembelajaran. 

Saya punya pekerjaan baru sekarang, mengurus anak entok. Memberikan makan, minum, dan membersihkan kandang akan jadi rutinitas yang mungkin kadang menjengkelkan. Meski begitu akan ada rasa bahagia saat nanti melihat anak-anak entok itu sudah besar. Ya, bahagia sebab waktu ‘tuk potong entok segera tiba, hehehe. Sekian.

Posting Komentar

0 Komentar